Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

Sejarah Islam

Pengenalan

Berkas:275px-Suleiman Mosque.jpg

The Masjid Suleiman (Süleymaniye Camii) di Istanbul dibangun atas petunjuk sultan Sulaiman yang Agung oleh arsitek Ustmaniyyah; Sinan pada tahun 1557

Islam muncul di Jazirah Arab pada kurun ke-7 masehi ketika Nabi Muhammad s.a.w. mendapat wahyu dari Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang sejauh Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Lama-kelamaan umat Islam berpecah dan terdapat banyak kerajaan-kerajaan Islam lain yang muncul.

Namun demikian, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah, kerajaan Abbasiyyah, kerajaan Turki Seljuk, Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal India, dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang terkuat dan terbesar di dunia. Tempat pembelajaran ilmu yang hebat telah mewujudkan satu Tamadun Islam yang agung. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutamanya pada Zaman Emas Islam.

Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Selepas Perang Dunia I, Kerajaan Ottoman yaitu kekaisaran Islam terakhir tumbang menyembah bumi.

[sunting] Nabi Muhammad s.a.w.

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Muhammad

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang dilewati oleh jalur sutera. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sesetengahnya merupakan pengikut agama Kristian dan Yahudi. Mekah ialah tempat suci bagi bangsa Arab ketika itu karana di situ terdapatnya berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Telaga Zamzam dan yang paling penting sekali Kaabah.

Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Mekah dalam Tahun Gajah (570 atau 571 masihi). Beliau merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah dan ibunya Aminah meninggal dunia. Beliau dibesarkan oleh pamannya yaitu Abu Talib. Baginda kemudiannya kawin dengan Siti Khadijah dan menjalani kehidupan yang selesa dan aman.

Namun demikian, ketika Nabi Muhammad s.a.w. berusia lebih kurang 40 tahun, beliau didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. Sesudah beberapa waktu beliau mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rekan-rekan terdekatnya dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.

Pada tahun 622 masihi, baginda dan pengikutnya berhijrah ke Madinah. Peristiwa ini dipanggil Hijrah. Semenjak peristiwa itu bermulalah Kalendar Islam.

Mekah dan Madinah kemudiannya berperang. Nabi Muhammad s.a.w. memenangi banyak pertempuran walaupun ada di antaranya tentera Islam yang tewas. Lama kelamaan orang-orang Islam menjadi kuat dan berjaya membuka Kota Mekah. Selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w., seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan orang Islam.

[sunting] Islam di Indonesia

Islam telah dikenal ke Nusantara atau Indonesia pada abad pertama Hijriyah/7 Masehi, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar melalui perdagangan dengan para pedagang muslim yang berlayar ke kawasan ini singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenan­jung Melayu dan Nusantara, berlangsung beberapa abad kemudian.

Bukti peninggalan pertama arkeologi Islam di Asia Tenggara adalah dua makam muslim yang berangka tahun sekitar akhir abad ke-11M di dua tempat yang sebenarnya agak berjauhan, di Padurangga (sekarang Panrang di Vietnam) dan di Leran, Gresik, Jawa Timur). Makam di Gresik adalah makam Fatimah binti Maimun, berangka tahun 1082M, yang diperkirakan adalah putri raja Gedah (Kedah).

[sunting]

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

Gerakan Misionaris Di Dunia Islam

h

Bagian Kesebelas

Para misionaris ketika memasuki benua Afrika menemukan fakta yang mengejutkan yaitu sedemikian luasnya pengaruh Islam di benua ini. Penyebaran Islam di Afrika tidak dilakukan secara sistematis oleh kaum muslimin dan para muballigh Islam. Politik kolonialisme dan penjajahan terhadap berbagai wilayah Afrika oleh Belgia, Portugis, Perancis, dan Inggris dalam waktu yang sangat lama memberikan kesempatan yang luas bagi para misionaris untuk menyebarkan ajaran Kristen di benua ini.

Menyusul ucapan Paus pada akhir tahun 1960-an bahwa “dunia secara menyeluruh harus menjadi Kristen”, serangan para misionaris terhadap berbagai agama lain, terutama Islam, muncul dalam bermacam-macam bentuk. Dengan mengadakan berbagai konferensi, yayasan, organisasi, dan lembaga keagamaan di berbagai negara, para misionaris melakukan aktivitasnya secara amat luas di berbagai lapisan masyarakat. Yayasan-yayasan ini, setiap tahun membagi-bagikan ratusan ribu Injil, buku-buku, dan majalah secara gratis untuk menyebarkan pemikiran Kristen di tengah pemuda dan remaja dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. Yayasan-yayasan ini memanfaatkan penulis, psikolog, dan spesialis lain yang terkemuka agar isi tulisan, warna, gambar dan desain grafis jilid buku, serta foto-foto bisa menarik perhatian pembaca.

Yayasan Emier merupakan salah satu contoh dari yayasan misionaris yang bertujuan utnuk memukul Islam. Yayasan ini memilki 13 penerbitan dan salah satu aktivitasnya adalah menerbitkan buku dengan gambar-gambar yang menarik bagi anak-anak. Yayasan “Amalur-rab” adalah contoh lain yayasan misionaris, yang memiliki ribuan pegawai profesional di berbagai bidang. Yayasan yang didirikan tahun 1928 dan didukung oleh Paus Johannes Paulus Kedua ini, juga bergerak di bidang politik. Di berbagai negara, yayasan ini melakukan mata-mata dan melakukan campur tangan dalam urusan pemerintahan.

Penerbitan Injil dalam bahasa lokal merupakan salah satu kegiatan yayasan-yasan misionaris. Seorang ustad muslim di negara Pantai Gading Afrika menceritakan bahwa suatu hari di desanya dia didatangi oleh sekelompok pendeta yang meminta dia mengajarkan bahasa tradisional, dan tidak lagi mengajarkan bahasa Perancis atau Arab demi menjaga bahasa asli desa itu. Ustad muslim itu dengan cerdas mengetahui tujuan sesungguhnya para pendeta tersebut.

Ustad muslim itu kemudian berkata keapda para pendeta tersebut, “Tujuan Anda untuk meminta saya mengajar bahasa tradisional kepada masyarakat adalah karena Anda sudah menerjemahkan Injil ke dalam bahasa asli kami dan Anda ingin agar pemikiran Kristen disebarkan kepada masyarakat dengan mudah. Sayang sekali Quran sangat sedikit diterjemahkan ke dalam bahasa asli dan karena itu Anda meminta saya untuk tidak mengajarkan bahasa Arab, karena itu akan membuat masyarakat lebh memahami Quran dan bila mereka sudah memahami Quran, mereka tidak akan mendengarkan perkataan Anda.”

Berkenaan dengan masalah penggunaan fasilitas canggih oleh para misionaris untuk menyebarkan pemikiran mereka, Doktor Zainab Abdul Aziz dalam pidatonya dalam Konferensi Toleransi Islam di Casablanca, Maroko, yang berjudul “Perluasan Propaganda Kristen dan Pentingnya Kewaspadaan Dunia Islam” berkata, “ Pada tahun 1990, di kota Brussel didirikan sebuah universitas bernama Penyebaran Kristen. Universitas ini memiliki pengajar-pengajar dari kalangan jurnalis dan pembicara terkemuka yang mahir dalam menyampaikan ilmu agama dan pengajaran gereja. Mereka bertujuan untuk mendidik para misionaris. Di antara perlengkapan canggih yang dimiliki universitas ini adalah satelit Luman 2000 yang bertujuan untuk menyebarkan terjemahan Injil dalam berbagai bahasa ke seluruh penjuru dunia sehingga bisa ditangkap oleh pesawat radio. Negara-negara seperti Sudan, Kenya, dan Uganda dengan mudah bisa menangkap siaran radio berisi terjemahan Injil ini dengan kualitas suara yang sangat bagus. Satelit ini dioperasikan dengan bekerjasama dengan Vatikan dan pejabat kota Dallas Amerika.

Tanzania, sebuah negara di timur Afrika yang lebih dari 60 persen penduduknya muslim, kekuatan politiknya lebih banyak berada di tangan orang-orang Kristen yang populasinya hanya 30 persen. Kaum Kristiani di negara ini memiliki aktvitas yang sangat luas, mulai dari radio, televisi, sampai internet untuk menyebarluaskan kebudayaan kristen di tengah masyarakat Tanzania. Sejumlah 6000 pendeta kristen di puluhan gereja melakukan aktivitasnya di negara ini. Mereka, sebagaimana juga di negara-negara Afrika lainnya, memanfaatkan tokoh-tokoh politik Tanzania untuk menyebarkan pemikirannya. Meskipun mereka menyatakan tidak campur tangan dalam urusan politik dalam negeri Tanzania, namun kenyataannya, dalam pemilu presiden, Dewan Gereja bahkan secara resmi menyampaikan pesan lewat radio dan koran mengenai keistimewaan seorang presiden. Aksi penguasaan terhadap sendi-sendi sebuah negara merupakan salah satu metode para misionaris untuk menyebarkan ajaran mereka.

Pendeta Peel, seorang pejabat gerakan misionaris di Afrika timur, pernah mengatakan, “Tidak boleh ada negara Kristen yang memperbolehkan agama Kristen diperlakukan sama seperti agama-agama lainnya. Agama Kristen harus dikenalkan sebagai agama superior. Sebuah pemerintahan Kristen haruslah menunjukkan kinerjanya hingga masyarakat merasakan bahwa mereka yang pernah mengecap pendidikan kerohanian Kristen ini memiliki nilai yang lebih dibandingkan dengan orang lain dalam pekerjaan di pemerintahnya.”

Akan tetapi, meskipun telah dilakukan upaya yang sangat luas oleh para misionaris Kristen di Afrika serta telah digunakannya berbagai fasilitas dan keuangan yang sangat banyak dalam program misionaris itu, kenyataan menunjukkan bahwa kelompok-kelompok penyebaran agama Kristen itu tidak pernah mampu mencapai tujuan-tujuan mereka. Sebuah majalah AS “Life” pernah menulis sebagai berikut.

“Di Afrika meskipun kaum misionaris yang jumlahnya tak terhingga telah melakukan berbagai program penyebaran agama, dan untuk itu telah dikeluarkan dana yang tidak terhingga, mereka hanya mampu mengkristenkan satu berbanding 10 orang Afrika yang masuk Islam. Padahal, Islam hingga kini tidak pernah mengirimkan satupun kelompok penyebar agama secara resmi ke tempat manapun di dunia. Umat Islam juga tidak pernah mendirikan rumah sakit, masjid, dan pusat pendidikan sebagai cara untuk menyebarkan ajaran mereka.”

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA


Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah – terutama Belanda – menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi’i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

Gairah Muda Dalam Musik Angklung

BANDUNG, JUMAT–Tidaklah serta merta hal yang berbau tradisional itu identik dengan tua, kolot, dan anti-perubahan. Angklung salah satunya. Alat musik dari bambu ini mulai populer di kalangan remaja. Dimainkan sebagai simbol kebersamaan di pesta-pesta penyambutan tamu, pensi, hingga festival internasional.

Para remaja menjadi pelakunya. Angklung pun masuk ke sekolah-sekolah dalam wadah lembaga ekstrakurikuler. Salah satu nya Keluarga Paduan Angklung (KPA) SMAN 3 Kota Bandung. KPA adalah ekskul yang paling digandrungi di sekolah favorit ini. Tiap tahunnya, ekslu ini rata-rata menjaring 90 anggota baru dari sekitar 350 siswa baru.

Angklung itu intinya dimainkan banyak orang. Makanya, kekeluargaan sangatlah kental di sini , tutur Nerissa Arfianna, Ketua KPA SMAN 3 Kota Bandung, Jumat (22/8). Untuk bisa bermain angklung, tidaklah butuh keahlian khusus. Yang lebih penting adalah kekompakan, ketekunan, dan paham peran masing-masing. Yang penting satu suara dan blend (menyatu) membentuk harmoni. Tidak ada yang saling menonjol, tuturnya.

Namun, faktor kreasi pula lah yang akhirnya menentukan. Di tangan mereka, alat musik bambu ini diberi sentuhan kontemporer. Alunan nada angklung dipadukan dengan nada-nada pengiring dari ragam alat musik modern macam drum, bass, hingga gitar listrik. Maka, tidaklah mengherankan, mereka mampu memainkan lagu-lagu populer ala Alicia Keys sampai yang alternatif macam Time is Running Out dari Muse. Kuncinya ada pada aransemen lagu.

Warna kontemporer ini pula yang tampil mendominasi dalam Konser Orkestrasi Angklung VI , beberapa bulan lalu. Orkestra dwi tahunan KPA SMAN 3 Bandung yang mengambil tema Fun in The Air ini mendobrak kelaziman dan kekakuan yang melekat pada sebuah orkestra alat musik tradisional. Orkestra ini kami padukan dengan fesyen show, tutur Annisa Nur Fitriani, pengurus KPA. Lagu-lagu yang dibawakan pun menceritakan tentang music legacy , perkembangan musik dari era rock and roll, boysband, hingga rock alternative di era kekinian.

Warna kontemporer inilah yang pada kenyataannya menjadi elemen penentu agar angklung bisa diterima, eksis, dan bahkan digandrungi anak-anak muda saat ini. Dengan alasan yang sama, Saung Angklung Udjo yang notabene adalah perguruan angklung, menyesuikan perubahan zaman ini secara dinamis. Dalam berbagai pertunjukan, yang lagi-lagi dilakukan anak-anak muda, keberadaan alat musik pengiring: simbal, drum, dan bas tidak lagi diharamkan. Begitu pula ragam pilihan jenis lagunya yang tidak lagi melulu folklore.

Pada zaman Mang Udjo, tidak boleh ada simbal. Kalau ada bass pun hanya bisa dibunyikan pelan-pelan. Lagu-lagu yang dipilih yang tradisional banget, kenang Nadia Puspa, murid Mang Udjo yang kini menjadi salah satu master of ceremonies (MC) Saung Angklung Udjo. Adaptasi bermusik tetapi tanpa harus meninggalkan kekhasan tradisional adalah sebuah konsekuensi dari perubahan zaman. Kontemporerisasi pun jadi pilihan.

Regenerasi

Sebab, regenerasi menjadi kunci dari kelestarian budaya, termasuk angklung. Atas dasar inilah, seperti yang diungkapkan Maulana, Sales and Marketing Manager Saung Angklung Udjo, sosialisasi penggunaan angklung di kalangan anak-anak dan remaja jadi salah satu misi lembaganya. Misi ini salah satunya dikongkretkan melalui acara Angklung Resital yang diikuti siswa-siswa usia sekolah di Bandung. Kegiatan ini akan dilaksanakan Minggu (24/8) ini.

Di tingkat dunia, angklung mendapat apresiasi yang sangat besar. Ini terlihat dari serangkaian kunjungan KPA SMAN 3 Bandung ke Yunani dan Italia pada Juli Agustus dalam rangka Conference International Society of Music Education dan festival folklore di Bologna. “Ada seorang profesor musik dari Amerika yang sampai memuji, penampilan angklung dari kami adalah yang terbaik dari yang lain,” kenang Annisa. Jika warganegara lain bisa mengapresiasi, mengapa kita tidak bisa lebih baik?

<a href=’http://ads.kompas.com/www/delivery/ck.php?n=ac34aa1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://ads.kompas.com/www/delivery/avw.php?zoneid=50&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ac34aa1b’ border=’0′ alt=” /></a>
<a href=’http://ads.kompas.com/www/delivery/ck.php?n=afdefdff&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://ads.kompas.com/www/delivery/avw.php?zoneid=120&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=afdefdff’ border=’0′ alt=” /></a>
<a href=’http://ads.kompas.com/www/delivery/ck.php?n=a8f3d531&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://ads.kompas.com/www/delivery/avw.php?zoneid=121&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a8f3d531′ border=’0′ alt=” /></a>

POLLING
Siapa, menurut anda, yang paling berhak untuk mendapat hak asuh atas Al, El, dan Dul?
Maia
Dhani

Sit

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

Tautan Musik tradisional Jepang

Print E-mail
“Musik Tradisional”, bila kita katakan itu dalam bahasa Jepang, bisa berarti “Musik tradisional murni”. Selain itu, musik tradisional asli Jepang, juga bisa diartikan musik pop Jepang yang dikontraskan dengan “Musik barat”, atau musik luar negeri. Di sini kita akan menggunakan arti yang pertama.
Situs yang bisa diakses dalam bahasa Inggris
Artikel tentang sejarah musik Jepang, terutama tentang musik tradisional Jepang, dalam bahasa Inggris adalah artikel “Music of Japan” di Wikipedia. Di bagian bawah halaman ada tautan ke berbagai situs instrumen musik klasik yang juga ada di Wikipedia. Di Wikipedia, patut diperhatikan juga ada halaman “Gagaku” . Di situs “Musik tradisional Jepang” dari Columbia, juga ada informasi detail tentang produsen rekaman (CD) musik Jepang tradisional. Di artikel tersebut terdapat sejarah musik tradisional, ulasan berbagai alat musik klasik, bersama foto dan lain-lain. Di situs ini, kita bisa mendengarkan pula bunyi Shamisen (walaupun diatur agak modern).

Anda dapat mencari riwayat pemain musik tradisional muda di database seniman dan juga membaca wawancara dengan pemain yang sedang ngetop di bagian wawancara seniman di “Performing Arts Network Japan” , situs dwibahasa Jepang dan Inggris bulanan yang dikelola The Japan Foundation.

Situs bahasa Jepang

“Gagaku” , situs yang memperkenalkan gagaku oleh NAKATA Taizou. Disini terdapat ulasan istilah, ulasan instrumen, perkenalan buku dsb.

Pada halaman musik tradisional Jepang di culta.com , situs yang menjual CD musik rakyat dunia dan lain-lain, mencantumkan info CD musik tradisional Jepang dengan foto muka tempat CD, dan ada juga kumpulan link sesuai kategori, walau jumlahnya sedikit.

Ada 2 situs majalah musik tradisional Jepang, yaitu “Teman musik tradisional Jepang” dan “Jurnal musik tradisional Jepang” . Yang pertama mulai diterbitkan pada tahun 1955 dan yang ke 2 mulai tahun 1987. keduanya punya halaman kumpulan link.

Di situs “Yayasan seni dan budaya Jepang” , terdapat artikel berbobot untuk dibaca, seperti artikel dari MIYATA Mayumi , pemain sho dan beberapa pemain musik tradisional lain.


Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

MAHASISWA INDONESIA TAMPILKAN MUSIK ANGKLUNG DI HANOI

HANOI, KOMPAS-Alat musik tradisional angklung dengan lagu daerah Minahasa “Oh Ina Ni Keke” ditampilkan mahasiswa dari Indonesia pada malam welcome dinner Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) ke-8 di Hotel Dawoo Hanoi, Vietnam .

Sebelum memainkan alat musik tersebut, empat mahasiswa Indonesia peserta HYLI ke-8 yakni Frass Minggi Kamasa (Universitas Indonesia), Michael Setiawan (Universitas Katolik Atmajaya), Lolita Moorena (Institut Teknologi Bandung), dan Wini Rizkining Ayu (Universitas Gadjah Mada), memberikan penjelasan singkat kepada hadirin tentang latar belakang alat musik tersebut.

Alunan musik angklung tersebut disambut gembira tamu dan undangan HYLI ke-8. Hadir dalam acara tersebut Senior Vice President and Executive Officer Hitachi Ltd, Mr Tadahiko Ishigaki dan sejumlah tokoh dari beberapa negara di Asia serta pejabat kedutaan besar dari negara-negara peserta HYLI ke-8.

“Sebelum tampil kami berlatih bagaimana caranya memainkan alat musik angklung,” ujar Lolita.

Selain musik angklung yang ditampilkan mahasiswa Indonesia, malam pembukaan HYLI ke-8 juga diisi dengan berbagai pentas seni dan budaya dari mahasiswa peserta HYLI ke-8 yakni Thailand, Jepang, Filipina, Malaysia, Vietnam dan Singapura, dengan tarian tradisional, teater atau pun pentas musik. (Laporan Wartawan Kompas Sonya Helen Sinombor, KCM)

[yap/pr-01/07]

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

Google Perkenalkan Layanan Musik di Cina

SHANGHAI - Google Inc baru-baru ini memperkenalkan layanan baru di Cina, yakni semacam mesin pencari file informasi atau file musik via Internet. Layanan ini memberi akses secara resmi kepada para pengguna untuk mengunduh musik-musik berlisensi secara gratis.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/8/2008), layanan ini diperkenalkan Google di saat dunia iklan menangguk hasil dari pengembangan musik di pasar melalui pembajakan. Sebelumnya, perusahaan yang mendominasi layanan pencari web di negeri itu ialah Baidu.com Inc.

Menurut pihak Google, layanan ini akan membolehkan pengguna melakukan pencarian terhadap puluhan ribu lagu Cina di Internet. Pencarian bisa ditempuh melalui penyanyi atau judul lagu di situs web, lalu bisa diunduh dari Top100.cn, sebuah situs web musik Cina yang didirikan oleh salah seorang atlet basket Yao Ming.

Layanan ini diharapkan dapat mengurangi peredaran file-file musik ataupun video tak berlisensi yang mencapai 99 persen dari total file multimedia digital di negara tersebut. Laporan itu dikeluarkan oleh The International Federation of the Phonographic Industry yang juga mengatakan hingga saat ini Cina merupakan negara dengan pasar Internet terbesar di dunia.(cdr) (srn)

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 28, 2008

Sibuk Konser, Enda Ungu Absen Wisuda Istri

Sibuk Konser, Enda Ungu Absen Wisuda Istri
Di saat Enda Ungu sibuk manggung di luar kota, sang istri Eka Dwi Lestari harus menjalankan prosesi wisuda untuk mengukuhkannya sebagai sarjana seorang diri. Meski tanpa Enda, Eka mengaku tak merasa sedih atau pun menyesal karena tak didampingi. Toh, masih ada keluarga dan anak yang menemani. Eka berusaha mengerti keadaan Enda yang sibuk demi karirnya. Selanjutnya…

}

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 27, 2008

Teknologi Terbaru Mobil Listrik Nissan

YOKOSUKA – Nissan tak henti-hentinya menunjukkan hasil pengembangan teknologi kendaraannya. Setelah memperkenalkan fitur pedal eco dan anti crash, minggu lalu Nissan menunjukkan teknologi mobil listriknya.

Seperti diberitakan Associated Press, produsen mobil ketiga di Jepang tersebut mengklaim, baterai lithium ion (Li-Ion) yang digunakan pada mobil tersebut, memiliki daya simpan energi lebih besar dibanding baterai sejenis yang sudah digunakan saat ini.

Mobil yang rencananya mulai dipasarkan pada 2010 di Jepang ini memiliki bobot bobot 300 kg. Pihak Nissan juga menyatakan, berdasarkan uji coba, mobil tersebut mampu berakselerasi lebih cepat dari mobil bermesin konvensional di kelasnya.

“Selain itu, mobil ini tidak menghasilkan suara sama sekali, mencirikan mobil listrik layaknya produk pabrikan lainnya,” kata pejabat Nissan. Namun ia menolak berkomentar lebih jauh mengenai spesifikasi lain.

Sebelumnya, Chief Executive Nissan, Carlos Ghosn mengatakan, pihaknya menjadikan mobil listrik sebagai basis “green car”-nya. Sampai saat Nissan belum merencanakan memproduksi mobil semi listrik seperti hybrid dalam jumlah besar.

Saat ini, produk mobil Nissan sudah ada yang dilengkapi dengan mesin hybrid seperti model Altima dan brand Infiniti yang dijual di Amerika Serikat. Namun teknologi hybrid yang digunakan masih membeli dari Toyota. Pada 2010, Nissan berencana memproduksi sendiri teknologi hybridnya.

(ton)

YOKOSUKA – Nissan tak henti-hentinya menunjukkan hasil pengembangan teknologi kendaraannya. Setelah memperkenalkan fitur pedal eco dan anti crash, minggu lalu Nissan menunjukkan teknologi mobil listriknya.

Seperti diberitakan Associated Press, produsen mobil ketiga di Jepang tersebut mengklaim, baterai lithium ion (Li-Ion) yang digunakan pada mobil tersebut, memiliki daya simpan energi lebih besar dibanding baterai sejenis yang sudah digunakan saat ini.

Mobil yang rencananya mulai dipasarkan pada 2010 di Jepang ini memiliki bobot bobot 300 kg. Pihak Nissan juga menyatakan, berdasarkan uji coba, mobil tersebut mampu berakselerasi lebih cepat dari mobil bermesin konvensional di kelasnya.

“Selain itu, mobil ini tidak menghasilkan suara sama sekali, mencirikan mobil listrik layaknya produk pabrikan lainnya,” kata pejabat Nissan. Namun ia menolak berkomentar lebih jauh mengenai spesifikasi lain.

Sebelumnya, Chief Executive Nissan, Carlos Ghosn mengatakan, pihaknya menjadikan mobil listrik sebagai basis “green car”-nya. Sampai saat Nissan belum merencanakan memproduksi mobil semi listrik seperti hybrid dalam jumlah besar.

Saat ini, produk mobil Nissan sudah ada yang dilengkapi dengan mesin hybrid seperti model Altima dan brand Infiniti yang dijual di Amerika Serikat. Namun teknologi hybrid yang digunakan masih membeli dari Toyota. Pada 2010, Nissan berencana memproduksi sendiri teknologi hybridnya.

(ton)

Oleh: ahmadbahtiar25 | Agustus 27, 2008

Honda Menjual Mobil Masa Depan

Honda Menjual Mobil Masa Depan
Tanpa Suara dan Tanpa Asap
Tom Mosley
(HMC)

INILAH.COM, Jakarta – Dua tahun lalu, Juli 2006 saat berlangsung Indonesia International Motor Show, mobil beremisi nol Honda FCX fuel cell dipamerkan ke depan publik Jakarta. Kini, mobil yang diberi nama Honda FCX Clarity itu sudah diproduksi secara massal.

Mobil hijau ini, menurut Honda Motor Co (HMC) akan dijual ke pasaran dalam jumlah terbatas pada bulan Juli di California, Amerika Serikat dan di Jepang menjelang akhir tahun ini.

HMC mengatakan bahwa pihaknya bisa saja menjual puluhan unit FCX Clarity dalam setahun dan bisa menjual sekitar 200 unit dalam jangka waktu tiga tahun.

Namun yang masih menjadi kendala penjualan FCX Clarity adalah harganya yang masih mahal dan kurangnya infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen fuel cell.

Honda FCX Clarity yang mengandalkan hydrogen sebagai penggerak mesin ini terbilang hemat dengan tangki bahan bakar bermuatan 5000-psi bisa menempuh jarak 270 mil.

Dengan output 100 kW dan torsi 256 Nm/189 lb.ft, HMC mengklaim FCX Clarity mempunyai tingkat efisiensi dua kali lipat dari mobil hibrid listrik dan tiga kali lebih efisien dari mobil biasa yang menggunakan bahan bakar minyak.

Penggerak tenaga FCX Clarity pada kamar pacu Honda V Flow stack mengkombinasikan pak baterai lithium ion dan storage tank hidrogen untuk memberi kekuatan pada penggerak motor elektrik. Disebutkan bahwa ruang motor akan bekerja dalam performa terbaik ketika sumber tenaga menyediakan 100 kilowatt tenaga untuk tahap akselerasi menengah ke atas.

Bermodal air dan baterai lithium, varian kendaraan jenis sedan empat pintu FCX Clarity akan menghasilkan kecepatan maksimal 100 mph dengan daya tahan temperatur sampai 22 derajat fahrenheit.

Tenaga tambahan juga akan didapatkan sebagai alternatif dari energi kinetik berasal dari pengereman atau pengurangan akselerasi dikenal sebagai regenerative braking. Disimpan bersama energi surplus dari bahan bakar di baterai pack lithium ion dan akan digunakan sebagai cadangan ketika dibutuhkan.

Emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bersahabat-zero-emisions-ini hanyalah hydrogen atau air. Adapun CO2 yang dikeluarkan dari mobil ini hanya berasal dari kegiatan proses hydrogen menjadi tenaga listrik dimana karbon dioksida dihasilkan dari gas natural bukan dari bahan kimiawi berbahaya (petrol) dengan jumlah yang jauh dari CO2 dihasilkan mesin konvensional.

Tidak hanya emisi-nol yang diunggulkan, dari segi tampilan jenis sedan Clarity empat pintu ini juga melambangkan disain masa depan Honda dengan porsi hidung yang lebih rendah dan ruang kabin yang luas cukup untuk keluarga dan barang bawaan. Dan menjaga tema yang diusung, Honda juga melapisi interior bangku dan pintu menggunakan bahan berbasis tanaman yang anti melar dan panas matahari dengan daya tahan luar biasa dari Honda Bio-Fabric-development.

Teknologi navigasi untuk melacak lokasi “Pom hydrogen” terdekat, Adaptive Cruise Control (ACC), Collision Mitigation Brake System (CMBS), premium sound system dan juga Bluetooth menjadi fitur standar.

Selain menampilkan pengembangan terdepan dalam teknologi fuel cell, Honda FCX juga membawa terobosan dalam fitur sebuah kendaraan. Mobil ini dilengkapi dengan sensor biometric dan kamera pintar yang dapat mengenali profil pengemudi dan secara otomatis menyesuaikan berbagai fungsi kendaraan sesuai dengan posisi optimal pengemudi.

Pada waktu pengemudi mendekati kendaraan, secara otomatis kunci pintu mobil akan terbuka. Sistem komputer juga akan menyetel posisi setir, pedal gas, dan panel instrumen sesuai dengan posisi optimal pengemudi.

Hebatnya lagi, panel instrumen secara otomatis akan bergerak naik dan turun dalam sudut 45 derajat untuk menyesuaikan dengan kecepatan kendaraan. Sistem sensor yang diinstal di panel instrumen mampu menangkap arah penglihatan pengemudi ke berbagai ikon menu, memungkinkan pengemudi mengatur fungsi audio, AC, dan lain-lain secara hands-free. [Dari berbagai sumber] — Baca Oto Tes: Merasakan Mobil Nol Emisi

Tulisan Sebelumnya »

Kategori